Memiliki dapur dengan ukuran terbatas kerap menimbulkan tantangan dalam menata perabotan. Apalagi jika ingin menempatkan lemari kayu. Ini mengingat lemari dapur dari kayu umumnya memiliki bentuk yang besar dan solid.
Sehingga bisa dengan cepat memenuhi ruangan. Akibatnya perabotan lain sulit masuk. Kendati demikian, hal tersebut bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan atau fungsi. Justru, dengan desain dan perencanaan yang tepat, dapur kecil bisa terasa lebih efisien sekaligus estetik.

Lemari Dapur dari Kayu dengan Standar Ukuran yang Ideal
Salah satu langkah terbaik guna mewujudkan dapur minimalis dengan lemari bahan kayu adalah memastikan ukurannya pas. Pemilihan ukuran yang tepat bukan hanya menyangkut penyesuaian dengan luas ruangan. Lebih dari itu, hal ini juga berkaitan dengan ergonomi, kemudahan akses, serta efisiensi penyimpanan.
Supaya semakin mudah dalam merancang pembuatan atau membeli, berikut ukuran-ukuran ideal untuk tiga jenis lemari utama dalam dapur kecil. Sudah lengkap dengan penempatan maupun fungsinya.
1. Lemari Dapur Bawah
Model lemari dapur bagian bawah atau base cabinet adalah bagian penting karena menjadi tumpuan aktivitas harian. Misalnya memotong bahan, mencuci, atau menaruh alat masak. Material kayu kerap menjadi opsi karena daya tahannya.
Untuk ruangan yang sempit, ukuran lemari bawah perlu kita sesuaikan agar tetap nyaman digunakan tanpa memakan ruang terlalu banyak. Secara umum, tinggi standar lemari dapur bawah adalah sekitar 85 hingga 90 cm. Termasuk permukaan meja atau countertop di atasnya.
Tinggi ini cukup ergonomis karena sesuai dengan postur tubuh rata-rata, sehingga tidak membuat pengguna cepat lelah saat memasak. Untuk ruang kecil, kedalaman lemari bisa kita buat lebih tipis dari ukuran standar, misalnya sekitar 45 hingga 50 cm.
Adapun lebar lemari umumnya terbagi dalam modul 30 cm, 40 cm, atau 60 cm. Tergantung apakah lemari tersebut akan menampung laci, rak, atau menempatkan kompor tanam maupun wastafel.
Biasanya, guna mendukung efisiensi ruang, laci tarik sangat disarankan daripada pintu lemari biasa. Laci membuat barang lebih mudah kita jangkau tanpa perlu membungkuk atau mengobrak-abrik isi. Sehingga sangat cocok untuk dapur dengan ruang gerak terbatas.
2. Lemari Gantung
Dalam dapur kecil, area vertikal sering kali menjadi penyelamat. Lemari dapur gantung dari kayu bisa kita manfaatkan untuk menyimpan peralatan makan, gelas, bahan makanan kering, hingga bumbu.
Ukuran ideal lemari atas untuk dapur sempit memiliki ketinggian antara 60 hingga 75 cm. Sedangkan kedalamannya 30 cm. Cukup untuk menyimpan banyak barang tanpa membuat ruangan sesak atau menghalangi pandangan.
Penting juga memperhatikan jarak antara permukaan countertop dan bagian bawah lemari gantung. Melansir dari video Youtube @portuinteriorstory2982 idealnya jarak keduanya berada di kisaran 50 hingga 60 cm. Jarak ini memberi ruang cukup untuk aktivitas memasak. Tentu masih membuat isi lemari atas mudah kita jangkau tanpa bantuan tangga. Selain itu juga tidak akan membuat kepala pengguna terbentur ketika menyiapkan makanan.
Sistem pintu lemari kayu atas sebaiknya menghindari pintu engsel karena bisa mengganggu pergerakan. Sebagai gantinya, pilih pintu model sliding atau lift-up yang lebih hemat ruang dan praktis.
3. Lemari Tinggi
Jika masih ada sedikit area kosong, seperti di ujung atau pojok ruangan, maka lemari dapur dari kayu bentuk tinggi bisa ditambahkan. Lemari ini berguna untuk menyimpan bahan makanan cadangan, peralatan besar, hingga oven tanam.
Ukuran yang pas antara 200 hingga 230 cm atau bisa kita sesuaikan mengikuti tinggi plafon. Sedangkan lebarnya 30 hingga 60 cm, dengan kedalaman 40 sampai 50 cm. Karena bentuknya vertikal, lemari tidak terlalu mengambil ruang lantai namun bisa menambah banyak volume penyimpanan.
Menentukan ukuran lemari dapur dari kayu secara tepat adalah langkah cerdas untuk membuat ruang sempit tetap nyaman selama memasak. Melalui perencanaan ukuran yang cermat, dapur kecil tetap bisa jadi ruang fungsional dan menyenangkan dalam keseharian. Jangan lupa tambahkan cat atau pelapis supaya kayu di lemari awet. Terlebih area dapur yang lembab kerap memicu jamur atau lapuk pada kayu.



